"Operasi penindakan ini dilaksanakan dengan terukur, profesional, dan proporsional," tegasnya.
Dalam penggerebekan tersebut, sejumlah barang bukti berhasil diamankan, termasuk satu pucuk pistol revolver, satu pistol rakitan, lima butir amunisi kaliber 9 mm, satu unit handy talky (HT), satu telepon genggam, satu teleskop optik, dan alat pengukur jarak Leica 1000 YDSAT.
Baca Juga:
23 Prajurit TNI AL Gugur dalam Latihan Akibat Longsor di Bandung Barat
TNI menyebut operasi ini juga merupakan bentuk reaksi atas tindakan OPM sebelumnya, termasuk aksi brutal terhadap pekerja pembangunan gereja di Wamena dan perusakan hutan yang dijadikan ladang ganja ilegal.
“Kami mengajak semua pihak yang masih mengangkat senjata untuk menghentikan tindakan kekerasan dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi untuk membangun Papua bersama-sama dalam bingkai NKRI," ujar Kristomei.
Hingga saat ini, TNI terus meningkatkan kesiapsiagaan di Papua Pegunungan, sekaligus membuka ruang bagi upaya damai bagi mereka yang ingin menyerahkan diri dan kembali ke kehidupan normal di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Baca Juga:
Menhan dan Panglima TNI Rapat Tertutup Bahas Rencana Kerja 2026
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.