WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dunia politik India mendadak diguncang oleh gelombang protes tak biasa setelah komentar kontroversial dari Ketua Mahkamah Agung (MA) India memicu lahirnya gerakan politik satir massal bernama "Cockroach Janta Party" atau Partai Rakyat Kecoak.
Gerakan yang awalnya bermula dari sebuah lelucon spontan di media sosial kini dengan cepat bertransformasi menjadi sebuah gerakan perlawanan politik nyata yang digerakkan oleh ratusan ribu pemuda generasi Z (Gen Z).
Baca Juga:
Cinta Terlarang Berujung Maut, Istri Rancang Pembunuhan Suami di India
Mengutip laporan Al Jazeera pada Rabu (20/5/2026), gerakan ini diinisiasi oleh seorang pemuda berusia 30 tahun lulusan hubungan masyarakat dari Boston University Amerika Serikat bernama Abhijeet Dipke.
Dipke merespons kemarahan publik setelah Ketua MA India, Surya Kant, dalam persidangan terbuka pada hari Jumat lalu menyamakan para aktivis muda dan jurnalis media sosial yang menganggur seperti hama kecoa yang menyerang sistem.
"Ada anak muda seperti kecoa, yang tidak mendapatkan pekerjaan atau tempat dalam profesi," ujar Surya Kant, dilansir Kamis (21/5/2026).
Baca Juga:
Karena Terima Terlalu Banyak Orang Muslim, Kampus di India Ditutup
"Beberapa dari mereka menjadi media, beberapa menjadi media sosial, aktivis RTI dan aktivis lainnya, dan mereka mulai menyerang semua orang," tambahnya.
Meskipun Kant kemudian memberikan klarifikasi bahwa komentarnya tersebut hanya ditujukan kepada oknum pemilik ijazah palsu dan bukan untuk menghina seluruh pemuda India, ucapan tersebut terlanjur memicu amarah masif. Komunitas Gen Z di India yang tengah menghadapi krisis lapangan kerja, inflasi tinggi, serta polarisasi agama yang tajam di bawah 12 tahun pemerintahan nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi merasa sangat terhina.
Sebagai bentuk perlawanan, Dipke mendirikan situs resmi serta akun media sosial Cockroach Janta Party yang pelesatannya menyindir partai penguasa, Bharatiya Janata Party (BJP). Hanya dalam waktu tiga hari, akun Instagram partai satir tersebut melesat melampaui 3 juta pengikut, dan lebih dari 350.000 orang termasuk politisi oposisi senior seperti Mahua Moitra dan pensiunan birokrat federal telah mendaftar menjadi anggota.