WahanaNews.co, Jakarta - Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Administrasi Jakarta Timur di Ruang Rapat Sri Gunting, Lantai 2 Blok A Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas anggota FKDM dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat.
Baca Juga:
Wali Kota Jakarta Timur Dampingi Danish Kembali Bersekolah, Siapkan Pendamping dan Kartu Transportasi
Dalam sambutannya, Munjirin meminta seluruh anggota FKDM menjadi duta kewaspadaan dini yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap dinamika sosial yang terus berkembang. Menurutnya, perubahan situasi di masyarakat berlangsung sangat cepat sehingga diperlukan kemampuan deteksi dini yang semakin kuat agar berbagai potensi permasalahan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi konflik.
"Keberadaan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat menjadi semakin relevan sebagai ujung tombak deteksi dini di tengah masyarakat," ujar Munjirin.
Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat melalui FKDM menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Baca Juga:
MTQ Piala Gubernur 2026 Resmi Digelar, Jakarta Timur Siapkan Generasi Qurani Berprestasi
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Timur tersebut menghadirkan narasumber Kepala Tim Sosial Budaya BIN Daerah DKI Jakarta, Hartono Priadi Sastra, serta Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemuda dan Olahraga, Diky Budi Ramadhan.
Munjirin menjelaskan, sebagian besar anggota FKDM masa bakti 2026–2031 merupakan anggota baru. Oleh karena itu, bimbingan teknis menjadi bekal penting untuk memahami tugas dan fungsi FKDM, mekanisme pelaporan, serta pola koordinasi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan para pemangku kepentingan.
Ia berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensinya sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional, objektif, cepat, dan bertanggung jawab.