Dalam setiap keputusan yang dipilih, ada konsekuensi yang harus dijalani. Anak mungkin sudah mengalami kedua hal itu, tapi belum bisa memahaminya.
Peran orang tua adalah membantu anak untuk memahami konsekuensi dari hal yang dia putuskan. Misalnya ketika anak berebut mainan dengan temannya, orang tua bisa mengatakan "Nggak papa kalau adek nggak mau berbagi sama kakak. Tapi jangan marah kalau nanti kakak nggak ngizinin adek pinjem mainannya, ya"
Baca Juga:
7 Tips Aman Meninggalkan Rumah saat Libur Panjang
Dengan begitu anak memahami bahwa jika dia tidak berbagi mainan kepada orang lain, dia juga tidak bisa meminjam milik orang lain.
3. Hindari memberi ancaman
Memberi ancaman kepada anak untuk memberikan mainannya kepada orang lain juga hal yang tidak baik dibiasakan. Dengan memberikan kebohongan-kebohongan agar anak menuruti apa yang kita ucapkan, bukanlah hal yang baik.
Baca Juga:
Berikut 5 Tips Hilangkan Bau Asap Rokok di Rumah
Mengancam akan membuat anak merasa takut. Bahkan jika anak semakin takut, dia akan menolak untuk bermain lagi bersama teman-temannya dan menjadi anak yang mengurung diri.
Memberi cerita bohong juga sama halnya kita sedang menyuapi anak dengan kebohongan. Beberapa waktu yang akan datang, anak juga akan menjadi pribadi yang gemar berbohong.
4. Apresiasi ketika anak mau berbagi