WahanaNews.co | Strawberry generation dikenal sebagai istilah yang menggambarkan karakter atau mentalitas generasi muda yang "lembek" seperti buah stroberi.
Rupanya, hal tersebut dapat terbentuk akibat pola asuh orangtua.
Baca Juga:
Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026, Akses Anak di Bawah 16 Tahun ke Platform Berisiko Akan Dibatasi
Istilah tersebut cenderung bermakna negatif, lantaran mereka yang digolongkan sebagai generasi stroberi dikatakan egois dan tidak bertanggung jawab.
Di samping itu, mereka juga mudah mengeluh, mudah menyerah, tersinggung dan memiliki ekspektasi berlebihan terhadap sesuatu.
Karakter yang seperti itu tentu membuat anak menjadi kehilangan daya juang jika berada di kehidupan nyata di luar lingkungan keluarga.
Baca Juga:
Peringatan Nuzulul Quran di Korem 042/Gapu, Momentum Membentuk Mental Prajurit yang Prima dan Berlandaskan Nilai Tauhid
Sebetulnya, ada sejumlah faktor yang membuat mentalitas anak menjadi generasi stroberi.
Melansir The Asian Parent, faktor tersebut berasal dari lingkungan terdekat anak, yaitu kebiasaan atau pola asuh yang dilakukan oleh orangtua, berikut ulasan selengkapnya.
1. Selalu menuruti permintaan yang anak inginkan