Kebiasaan memanjakan anak secara berlebihan dapat membentuk mentalitasnya menjadi generasi stroberi yang malas berjuang.
Pola asuh yang seperti ini dapat membuat anak tidak mudah bersyukur dan tidak mau berusaha keras, karena semua permintaan yang mereka inginkan dapat terpenuhi dengan mudah.
Baca Juga:
Lewat Edukasi dan Kolaborasi, IDAI Serukan Waspada Penyakit Jantung Reumatik Sejak Dini
Lambat laun, pola tersebut dapat dibawanya hingga anak tumbuh dewasa.
2. Kebiasaan menebus waktu kebersamaan dengan uang atau hadiah
Tak ada yang lebih penting daripada menyempatkan waktu untuk bermain bersama anak-anak.
Baca Juga:
Menteri PPPA Turun Langsung ke SMAN 72 Jakarta, Tekankan Pemulihan Trauma Anak Pascaledakan
Apabila orangtua selalu sibuk dengan urusan pekerjaannya, namun selalu memberikan uang atau membelikan hadiah pada anak sebagai "kompensasi" maka itu bisa berdampak buruk bagi perkembangan mentalnya.
Dalam hal ini, tidak ada hal yang benar-benar dapat menggantikan quality time antara orangtua dan anak.
Ketika waktu berkualitas terlalu sering digantikan dengan uang atau pemberian lainnya, maka hal tersebut dapat menciptakan gagasan bahwa uang atau hadiah adalah sebuah "penebusan".