Kebiasaan memanjakan anak secara berlebihan dapat membentuk mentalitasnya menjadi generasi stroberi yang malas berjuang.
Pola asuh yang seperti ini dapat membuat anak tidak mudah bersyukur dan tidak mau berusaha keras, karena semua permintaan yang mereka inginkan dapat terpenuhi dengan mudah.
Baca Juga:
Dukung Pendidikan di Tengah Krisis, BAZNAS Dirikan Kelas Darurat di Gaza
Lambat laun, pola tersebut dapat dibawanya hingga anak tumbuh dewasa.
2. Kebiasaan menebus waktu kebersamaan dengan uang atau hadiah
Tak ada yang lebih penting daripada menyempatkan waktu untuk bermain bersama anak-anak.
Baca Juga:
Pemerintah Terbitkan Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026, Akses Anak di Bawah 16 Tahun ke Platform Berisiko Akan Dibatasi
Apabila orangtua selalu sibuk dengan urusan pekerjaannya, namun selalu memberikan uang atau membelikan hadiah pada anak sebagai "kompensasi" maka itu bisa berdampak buruk bagi perkembangan mentalnya.
Dalam hal ini, tidak ada hal yang benar-benar dapat menggantikan quality time antara orangtua dan anak.
Ketika waktu berkualitas terlalu sering digantikan dengan uang atau pemberian lainnya, maka hal tersebut dapat menciptakan gagasan bahwa uang atau hadiah adalah sebuah "penebusan".