WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di balik popularitas dan kesuksesannya saat ini, Baim Wong mengungkap fase hidup paling kelam yang pernah ia alami hingga nyaris kehilangan segalanya pada periode sekitar 2018 hingga 2020.
Momen itu menjadi titik balik yang tak terlupakan, terutama ketika Februari menjadi bulan penuh tekanan setelah dirinya tidak lagi aktif bermain sinetron yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama.
Baca Juga:
Sejumlah Program Prioritas Pemkab Karawang Tahun 2026 Belum Terealisasi, Pemkab Sebut Masih Tahap Proses dan Penyesuaian Anggaran
Perubahan drastis tersebut memaksanya menghadapi kenyataan pahit tanpa pemasukan tetap, sekaligus menandai awal perjuangan baru yang penuh ketidakpastian.
Keputusan meninggalkan dunia sinetron menjadi langkah berisiko yang membuat kondisi finansialnya terguncang hingga kesulitan memenuhi kewajiban seperti cicilan rumah.
Situasi semakin berat ketika tekanan ekonomi terus menghimpit, bahkan kebutuhan dasar pun menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Baca Juga:
Hinca Pandjaitan: Cintailah Rakyatmu Sepenuh Hati
Di tengah kondisi tersebut, Baim memilih untuk tidak menyerah dan mulai mencari berbagai cara untuk bangkit dari keterpurukan.
“Saya sebenarnya banyak bangun restoran, sudah 10 restoran lah,” jelas Baim.
Upaya bisnis yang telah dirintis sejak 2007 itu ternyata belum memberikan hasil stabil dan justru banyak menguras keuangan.