2. Air Pel Kotor
Penggunaan air yang kotor juga menjadi salah satu faktor penyebab lantai berbau amis setelah dipel. Hindari mengepel lantai menggunakan air yang sudah keruh dan berbau tidak sedap.
Pastikan selalu mengganti air pel dengan air yang bersih. Kamu juga bisa menggunakan air hangat untuk membantu mengangkat kotoran di lantai keramik dengan lebih efektif.
Baca Juga:
7 Tips Aman Meninggalkan Rumah saat Libur Panjang
3. Ember Kotor
Ember pel yang sering digunakan bisa menjadi kotor seiring waktu. Jika tidak rutin dibersihkan, ember dapat berkerak dan menampung sisa sabun serta kotoran yang tertinggal. Menggunakan air dari ember yang kotor tentu akan berdampak pada kebersihan lantai.
Oleh karena itu, setelah digunakan, ember pel sebaiknya dicuci dan dikeringkan. Kamu juga bisa menjemurnya di bawah sinar matahari agar lebih higienis.
4. Cara Mengepel Juga Penting
Bau amis pada lantai juga bisa muncul akibat teknik mengepel yang kurang benar. Oleh sebab itu, penting untuk menggunakan alat pel dan metode yang sesuai dengan jenis lantai agar hasilnya lebih maksimal. Jika lantai dibersihkan dengan benar, bau tak sedap pun bisa dicegah.
Baca Juga:
Berikut 5 Tips Hilangkan Bau Asap Rokok di Rumah
Lantai keramik umumnya lebih fleksibel untuk dibersihkan dengan berbagai jenis kain pel. Namun, jika lantai rumahmu terbuat dari bahan lain, pastikan menggunakan jenis kain pel yang sesuai.
Selain itu, gunakan teknik mengepel yang tepat sesuai dengan alat yang dipakai. Jika menggunakan kain pel dengan kepala berbentuk rumbai tali, lakukan gerakan menyerupai angka delapan.
Sedangkan untuk pel berbahan spons, gunakan gerakan maju mundur agar seluruh permukaan lantai terjangkau dengan baik dan hasilnya lebih bersih.