Selain memperhatikan bibit yang digunakan, budidaya kurma di Indonesia juga perlu memperhatikan proses penyerbukan dan pembuahan. Hal tersebut dikarenakan bunga betina bisa rontok apabila tidak terjadi pembuahan.
Langkah-langkah pembuahan cukup mudah. Pertama, ikat bunga betina menggunakan daun kurma.
Baca Juga:
Tanpa Israel, Ini Top 10 Negara Produsen Kurma Terbesar di Dunia
Kemudian, potong bagian ujungnya sekitar 5 cm agar pertumbuhan bakal buah lebih maksimal. Langkah selanjutnya, pukul bunga jantan ke bunga betina atau tempelkan serbuk sari menggunakan kuas.
Lalu, tutup bunga betina dengan kertas minimal 4 jam. Bunga betina yang berhasil dibuahi akan berwarna hijau.
Buah kurma kemudian ditutup menggunakan karung dan dipelihara dengan baik sampai panen.
Baca Juga:
Jelang Ramadan 2024, Impor Kurma ke Indonesia Meningkat
Di Indonesia, kurma bisa dipanen saat tanaman berumur 150 hari dijadikan sebagai buah segar. Sedangkan di negara asalnya, kurma biasanya dipanen saat berumur 200 hari sehingga teksturnya kering dan warnanya lebih gelap.
Perbedaan waktu panen dikarenakan Indonesia memiliki kelembapan yang tinggi. Jika dibiarkan sampai 200 hari, maka buah kurma berisiko busuk dan tidak layak konsumsi. [eta/est]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.