WAHANANEWS.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia akan mulai berkurang dalam beberapa waktu ke depan seiring meluasnya musim kemarau yang membuat cuaca terasa semakin panas.
BMKG menyebut tanda-tanda peralihan musim mulai terlihat dari menguatnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan mengurangi pembentukan awan terutama pada pagi hingga siang hari.
Baca Juga:
Rutan Sidikalang Tegaskan Komitmen Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan
Kondisi tersebut membuat radiasi Matahari dapat mencapai permukaan Bumi secara lebih maksimal sehingga suhu udara terasa lebih panas dibanding sebelumnya.
Dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat (08/05/2026), BMKG memprakirakan kondisi serupa masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan.
Fenomena itu tercermin dari dominasi aliran angin timuran pada pola angin zonal di sebagian besar wilayah Indonesia yang membawa massa udara dengan kandungan uap air lebih rendah dari Australia.
Baca Juga:
Ngeri! Pangeran Andrew Ditodong Senjata Pria Bertopeng Ninja
"Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa beberapa wilayah mulai berangsur memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga potensi hujan juga berkurang," tulis BMKG.
Meski demikian, BMKG menyebut sejumlah fenomena atmosfer tropis masih berpotensi aktif dan memengaruhi cuaca di Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih berada pada fase 2 dan bergerak ke arah timur menuju fase 3.