Pergerakan fenomena tersebut diperkirakan melintasi wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Papua.
Selain itu, gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial juga diprediksi aktif di sejumlah wilayah seperti pesisir timur Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, sebagian Sulawesi, Maluku dan Papua.
Baca Juga:
Roy Suryo Gugat Polda Rp206 Juta, Hakim Nyatakan Permohonan Tak Dapat Diterima
"Keberadaan gangguan atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah terkait," jelas BMKG.
BMKG juga menyebut Siklon Tropis Hagupit turut berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.
Dalam 48 jam ke depan, siklon tersebut diperkirakan menguat dan bergerak ke arah barat sehingga memicu pertemuan massa udara di wilayah utara Papua Nugini.
Baca Juga:
Yurizal Meninggal Usai Keluhkan Layanan, DPR: Pasien BPJS Bukan Kelas Dua
Menghadapi kondisi cuaca yang semakin panas, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan tabir surya dan menjaga asupan cairan tubuh terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat memicu bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari mendatang.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.