“Tanpa figur ayah yang menjadi model regulasi emosi, anak sering tidak memiliki contoh nyata bagaimana menghadapi tekanan dengan stabil,” demikian penjelasan dalam kajian tersebut.
Selain emosi, hubungan interpersonal juga kerap dipengaruhi oleh pola keterikatan yang terbentuk sejak masa kecil.
Baca Juga:
Cepat Membalas Chat Bisa Jadi Tanda Kepribadian Kuat, Ini Penjelasannya
Teori attachment yang dikembangkan oleh John Bowlby dan Mary Ainsworth menjelaskan bahwa hubungan awal dengan orang tua membentuk cara seseorang menjalin relasi saat dewasa.
Pola yang sering muncul antara lain anxious attachment yaitu rasa takut ditinggalkan dan kebutuhan validasi berlebihan, serta avoidant attachment yaitu kecenderungan menjaga jarak emosional dan takut bergantung pada orang lain.
Dalam hubungan romantis maupun pertemanan, pola tersebut dapat terlihat melalui sikap takut berkomitmen, overthinking dalam relasi, kesulitan mempercayai pasangan, hingga kecenderungan menarik diri ketika hubungan mulai terasa dekat.
Baca Juga:
Sering Bertanya dan Sulit Puas, Bisa Jadi Itu Ciri IQ Tinggi
Dampak lain yang kerap muncul adalah krisis identitas dan harga diri karena figur ayah dalam banyak kasus berperan dalam menumbuhkan rasa percaya diri serta membentuk nilai diri seseorang.
Tanpa validasi paternal, sebagian individu mengalami perasaan tidak cukup baik, kebutuhan pengakuan eksternal yang tinggi, serta dorongan perfeksionisme yang berlebihan.
“Dalam banyak kasus, harga diri akhirnya dibangun dari pencapaian, bukan dari penerimaan diri,” demikian penjelasan dalam kajian psikologi tersebut.