Bagi orang superkaya, menjalani hidup yang 'wajar' adalah cara untuk menunjukkan bahwa mereka tidak menganggap remeh nasib baik dan kekayaan yang mereka punya. Ini tentu berbeda dengan konsep hemat bagi kebanyakan orang yang menjalankan frugal living sebagai bentuk pengendalian diri.
Mengutip Vice, Rachel Sherman, seorang profesor sosiologi di New School for Social Research, New York, telah mempelajari kebiasaan belanja di kalangan orang kaya.
Baca Juga:
Ekonom Usulkan Pajak Khusus 50 Orang Terkaya, Target Rp 81 Triliun
Riset itu menemukan bahwa banyak di antara mereka yang sangat berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Mereka tak suka menarik perhatian dengan membeli barang-barang mewah. Sebaliknya, orang-orang superkaya ini justru berusaha membelanjakan uang mereka "senormal mungkin." [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.