Manfaat dari perubahan kecil itu tidak hanya terlihat pada durasi tidur, tetapi juga pada kondisi psikologis dan kualitas hidup siswa.
Penulis utama penelitian, Joƫlle Albrecht, mengatakan para siswa mengalami lebih sedikit gangguan saat hendak tidur setelah jadwal sekolah dibuat lebih fleksibel.
Baca Juga:
Dendam Kakaknya Dikeroyok, Adik Tikam Seorang Remaja di Nias hingga Tewas
"Para siswa melaporkan lebih sedikit masalah untuk mulai tidur, dan kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan meningkat," ujar Albrecht.
Temuan tersebut memperkuat pandangan bahwa kebijakan sekolah ikut berperan dalam membentuk pola hidup sehat para pelajar.
Peneliti Reto Huber menilai jam pelajaran yang dimulai lebih siang dapat membantu menjawab persoalan kesehatan mental yang kini banyak dialami pelajar.
Baca Juga:
Lestari Moerdijat Ajak Remaja Jujur Cantumkan Usia di Media Sosial demi Keamanan Digital
"Memulai pelajaran lebih siang pada pagi hari dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengatasi krisis kesehatan mental yang saat ini dialami para pelajar," imbuhnya.
Isu tidur remaja akhirnya menjadi perhatian yang lebih luas karena berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan, kesehatan generasi muda, dan kesiapan mereka menghadapi masa depan.
Para peneliti melihat bahwa solusi atas persoalan ini tidak cukup hanya dengan meminta anak tidur lebih cepat, tetapi juga perlu melibatkan keluarga, sekolah, kebijakan pendidikan, dan pengaturan ritme belajar yang lebih sesuai dengan perkembangan biologis remaja.