“Ketika Anda pulang, hal itu tidak terlalu penting,” lanjutnya.
Kondisi yang lebih santai ini membuat perhatian tidak terlalu fokus pada waktu sehingga perjalanan terasa lebih cepat.
Baca Juga:
Ford Tinggalkan Medan Perang, Dukungan AS ke Israel Dipertanyakan
Sebaliknya, ketika seseorang sangat memperhatikan waktu, perjalanan justru terasa lebih lambat.
Fenomena ini juga kerap dialami dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat seseorang pergi ke kantor di pagi hari yang terasa lama karena dikejar waktu, tetapi perjalanan pulang di sore hari terasa lebih singkat meski rutenya sama.
Contoh lain terjadi saat liburan, ketika perjalanan menuju destinasi wisata terasa panjang dan melelahkan, namun perjalanan pulang ke rumah sering terasa lebih cepat meskipun durasinya sama.
Baca Juga:
Iran Hantam Fasilitas Gas Terbesar Dunia di Qatar, Dampaknya Bisa Bertahun-tahun
Ada pula pengalaman penonton konser yang merasa perjalanan menuju lokasi sangat lama karena antusiasme tinggi, tetapi saat pulang waktu terasa berlalu begitu cepat.
Efek perjalanan pulang pada dasarnya hanyalah ilusi psikologis yang dipengaruhi ekspektasi dan kondisi mental seseorang.
Namun menurut van de Ven, ilusi ini justru memberikan dampak positif secara emosional.