Salah satu eksperimen dilakukan dengan melibatkan sekelompok pesepeda yang menuju sebuah pekan raya melalui rute tertentu.
Setelah itu, para peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk perjalanan pulang dengan kondisi rute yang berbeda namun memiliki jarak yang sama.
Baca Juga:
Ford Tinggalkan Medan Perang, Dukungan AS ke Israel Dipertanyakan
Jika teori keakraban rute benar, maka hanya kelompok yang melewati jalur yang sama yang seharusnya merasakan perjalanan pulang lebih singkat.
Namun hasil penelitian menunjukkan kedua kelompok sama-sama merasa perjalanan pulang lebih cepat dibanding saat berangkat.
Van de Ven kemudian menyimpulkan bahwa faktor utama bukan pada rute, melainkan pada ekspektasi sebelum perjalanan dimulai.
Baca Juga:
Iran Hantam Fasilitas Gas Terbesar Dunia di Qatar, Dampaknya Bisa Bertahun-tahun
“Sering kali kita melihat orang-orang terlalu optimistis ketika mereka mulai bepergian,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ekspektasi yang terlalu tinggi membuat perjalanan pergi terasa lebih lama dari yang dibayangkan.
“Jadi ketika mereka menyelesaikan perjalanan pergi, mereka merasa perjalanan itu memakan waktu lebih lama dari yang mereka perkirakan.”