Sebaliknya, saat perjalanan pulang seseorang cenderung tidak memiliki ekspektasi tertentu sehingga waktu terasa berjalan lebih cepat.
“Ini semua tentang ekspektasi Anda, apa yang Anda pikirkan saat tiba,” kata Michael Roy, psikolog dari Elizabethtown College.
Baca Juga:
Ford Tinggalkan Medan Perang, Dukungan AS ke Israel Dipertanyakan
Meski demikian, Roy menegaskan bahwa ekspektasi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi fenomena ini.
“Kami tidak mengatakan ini satu-satunya penyebab, kemungkinan besar ada penyebab lain juga,” katanya.
Salah satu teori lain datang dari psikolog Montana State University, Richard A Block, yang menyoroti faktor tekanan psikologis.
Baca Juga:
Iran Hantam Fasilitas Gas Terbesar Dunia di Qatar, Dampaknya Bisa Bertahun-tahun
Menurutnya, perjalanan menuju suatu tujuan biasanya disertai tekanan untuk tiba tepat waktu.
“Ketika Anda memiliki tujuan, Anda ingin tiba tepat waktu,” tulis Block.
Namun saat perjalanan pulang, tekanan tersebut cenderung berkurang sehingga seseorang menjadi lebih santai.