Sebaliknya, saat perjalanan pulang seseorang cenderung tidak memiliki ekspektasi tertentu sehingga waktu terasa berjalan lebih cepat.
“Ini semua tentang ekspektasi Anda, apa yang Anda pikirkan saat tiba,” kata Michael Roy, psikolog dari Elizabethtown College.
Baca Juga:
Mengejutkan, Pengacara Terdakwa Kasus Dugaan Rudapaksa di Jambi: Kejadian Itu Atas Dasar Suka Sama Suka
Meski demikian, Roy menegaskan bahwa ekspektasi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi fenomena ini.
“Kami tidak mengatakan ini satu-satunya penyebab, kemungkinan besar ada penyebab lain juga,” katanya.
Salah satu teori lain datang dari psikolog Montana State University, Richard A Block, yang menyoroti faktor tekanan psikologis.
Baca Juga:
Hidden Sodium: Bahaya Tersembunyi di Balik Camilan Manis Favorit
Menurutnya, perjalanan menuju suatu tujuan biasanya disertai tekanan untuk tiba tepat waktu.
“Ketika Anda memiliki tujuan, Anda ingin tiba tepat waktu,” tulis Block.
Namun saat perjalanan pulang, tekanan tersebut cenderung berkurang sehingga seseorang menjadi lebih santai.