Namun menurut Andon, fenomena itu bersifat fisik dan sementara, bukan karena perubahan hormon.
"Darah haid tidak benar-benar berhenti total. Ia hanya mengurangi atau 'tertahan' sementara di dalam rongga rahim atau vagina, dan akan kembali keluar setelah efek tertentu hilang atau posisi tubuh berubah," ujarnya.
Baca Juga:
Bekerja 24 Jam Tanpa Henti, Ginjal Terbantu oleh Makanan Alami Ini
Ia menegaskan siklus haid secara keseluruhan tidak akan terganggu hanya karena kebiasaan mandi atau keramas, baik menggunakan air dingin maupun hangat selama tubuh merasa nyaman.
Untuk meluruskan anggapan keliru tersebut, Andon memaparkan beberapa hal yang mungkin terjadi saat perempuan keramas ketika sedang menstruasi.
Pertama, penyempitan pembuluh darah atau vasokonstriksi, di mana saat tubuh terkena air dingin pembuluh darah di permukaan kulit menyempit untuk menjaga suhu tubuh dan efek ini bersifat lokal serta sementara.
Baca Juga:
Mitos 10 Ribu Langkah Runtuh, Studi Harvard Sebut 4 Ribu Langkah Sehari Sudah Cukup
"Pada beberapa perempuan, penyempitan pembuluh darah ini bisa terjadi secara ringan di area rahim atau endometrium," kata Andon.
Akibatnya, aliran darah haid yang keluar tampak berkurang atau berhenti sesaat selama beberapa jam.
Kedua, faktor posisi tubuh dan gravitasi, di mana saat keramas dalam posisi berdiri atau membungkuk perempuan mungkin tidak menyadari darah yang keluar.