"Ketika selesai mandi dan kembali ke posisi rileks, darah yang sempat tertahan kemudian keluar, sehingga muncul kesan haid 'mulai lagi' setelah mandi," jelasnya.
Ketiga, faktor relaksasi, karena mandi air hangat justru membantu merilekskan otot-otot tubuh termasuk di sekitar rahim dan pada sebagian perempuan dapat membuat aliran darah terasa lebih lancar untuk sementara waktu.
Baca Juga:
Bekerja 24 Jam Tanpa Henti, Ginjal Terbantu oleh Makanan Alami Ini
Perubahan aliran darah saat atau setelah keramas bukanlah sesuatu yang berbahaya karena fenomena tersebut hanya sementara dan tidak memengaruhi siklus menstruasi secara keseluruhan.
"Intinya, perubahan darah yang tampak berkurang atau berhenti saat atau setelah keramas adalah fenomena fisik sementara, bukan hormonal," tutup dr Andon.
Dengan demikian, mitos larangan keramas saat haid seharusnya ditinggalkan karena menjaga kebersihan tubuh, termasuk keramas, justru penting untuk kenyamanan dan kesehatan selama menstruasi.
Baca Juga:
Mitos 10 Ribu Langkah Runtuh, Studi Harvard Sebut 4 Ribu Langkah Sehari Sudah Cukup
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.