Sedangkan
untuk tahun keluaran sebelumnya, harganya tidak bisa terjun bebas, karena
sudah tak ada lagi keluaran baru.
"Sudah
pasti akan berdampak (penurunan harga mobil pada pendapatan perusahaan). Tapi
seberapa besar perlu dianalisa lagi. Karena tidak semua varian yang mendapat
fasilitas ini. Hanya mobil bekas dengan tahun yang muda yang akan kena dampak
signifikan," jelas Fischer.
Baca Juga:
Sindikat Jual Beli Bayi di FB, Tarif Dipatok Rp45 Juta Dibongkar Polisi
Oleh
karena itu, pihaknya masih menunggu keputusan ATPM pada Maret nanti.
"Saya
masih menunggu perubahan harga dari mobil baru, sebagai respon dari kebijakan
PPnBM ini," ungkap dia.
Lebih
lanjut dia mengungkapkan, mobkas yang termasuk dalam sektor otomotif dan
turunannya juga mengalami penurunan penjualan akibat pandemi Covid-19 sejak
Maret lalu.
Baca Juga:
Dinas Pertanian Toba Tindak Tegas Penjual Pupuk Subsidi yang Langgar HET
Fenomena
itu tak mengherankan lantaran banyak masyarakat menahan konsumsi karena terjadi
penurunan pendapatan maupun pengalihan harta ke tabungan.
"Mungkin
ada yang beralih ke mobil bekas, tetapi jumlahnya tidak signifikan,"
pungkasnya.
Sebagai
informasi, pemberian insentif PPnBM akan dilakukan secara bertahap selama 9
bulan, dengan masing-masing tahapan akan berlangsung selama 3 bulan.