University of Michigan mencatat banyak dosen dan peneliti memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan hasil riset.
Media sosial juga dipakai untuk membangun diskusi dengan masyarakat serta menjangkau para pembuat kebijakan.
Baca Juga:
Kinerja Melesat 345,97 Persen, PTDI Rombak Struktur Pengurus Perusahaan
Dalam laporan #SocialScholars: Professors Show Power of Public Engagement, media sosial dinilai mampu mempertemukan akademisi dengan masyarakat global tanpa batas geografis.
Dosen School of Education University of Michigan, Liz Kolb, menyebut media sosial memiliki potensi besar untuk membangun kolaborasi dan berbagi pengetahuan.
"Ini adalah alat yang bisa sangat kuat," kata Kolb.
Baca Juga:
Soundbar Berubah Jadi 'Keyboard Hantu', Komputer Korban Bisa Diperintah Diam-diam
Selain menjadi sarana publikasi ilmiah, media sosial juga membuka peluang lahirnya kerja sama penelitian.
Platform digital turut memperluas jaringan profesional dan meningkatkan keterlibatan perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Di Indonesia, Ida melihat besarnya pengaruh media sosial melalui fenomena No Viral No Justice.