Samudera juga telah diarahkan untuk menenangkan diri dan menghentikan keributan, tetapi dilaporkan tetap marah serta bertindak agresif.
Perilakunya disebut turut ditujukan kepada Polisi Bantuan, staf Batik Air, serta petugas yang berada di konter tiket.
Baca Juga:
Wakil Bupati Sumedang Terima Delegasi Kepala Sekolah Malaysia, Bangun Kolaborasi Pendidikan Berkelanjutan
Petugas selanjutnya membawa Samudera menuju kantor Departemen Imigrasi di Terminal 1 KLIA untuk mengendalikan keadaan.
Namun, Samudera dilaporkan tetap tidak mematuhi instruksi petugas dan terus menunjukkan perilaku agresif.
"Ia kemudian ditangkap oleh polisi pembantu di KLIA dan diserahkan kepada polisi KLIA untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Ravi.
Baca Juga:
Gelombang Kebencian ke Pengungsi Rohingya di Malaysia Memuncak, 9 Sekolah Pengungsi Ditutup
Samudera kemudian ditahan untuk menjalani proses penyelidikan sebelum kasus tersebut berlanjut ke proses hukum.
Dalam perkembangan terbaru, identitas pria Indonesia yang sebelumnya tidak disebutkan tersebut diketahui sebagai Samudera Hurley Taylor yang berprofesi sebagai aktor dan model.
Samudera selanjutnya mengaku bersalah atas dua dakwaan terkait perkataan menghina terhadap petugas perusahaan penerbangan dan tindakan tidak mematuhi arahan pihak berwenang di KLIA.