WAHANANEWS.CO, Jakarta - Polemik pengakuan anak kembali memanas setelah pihak Ressa Rizky Rossano secara terbuka mendesak penyanyi Denada untuk segera mengakui Ressa sebagai anak kandung sebelum persoalan ini berujung pada tes DNA yang dinilai berpotensi mempermalukan sang publik figur, Sabtu (24/1/2026).
Pihak Ressa Rizky Rossano menegaskan bahwa jalur tes DNA tetap terbuka apabila Denada menghendaki pembuktian secara hukum.
Baca Juga:
Menunggu di Depan Rumah Denada 3,5 Jam, Ressa Rizky Hanya Dibukakan Pintu 15 Cm
“Kalau dia nanti mau mengajak soal pengakuan secara de jure (hukum), ya kemajuan teknologi kan sudah ada, fasilitas tes DNA sudah ada,” ujarnya.
Namun demikian, pengakuan secara terbuka dinilai jauh lebih bijak dilakukan sebelum tes DNA benar-benar ditempuh.
“Jangan sampai menarik ke sana, lebih baik pengakuan secara tegas saja sehingga saya tidak punya ruang untuk menambah mempermalukan beliau,” lanjutnya.
Baca Juga:
Digugat Rp7 Miliar, Denada Pilih Santai Hadapi Tuntutan Anak Kandung
Ia menegaskan bahwa dorongan ini bukan bertujuan membongkar aib, melainkan dipicu oleh persoalan penghinaan yang dialami ibu angkat Ressa.
“Karena ada penolakan terus kan, kemarin ini saya bukan soal membedah aib ya, tapi motivasi awal itu adalah ibu saya ini,” lanjutnya.
Pihak Ressa Rizky Rossano juga menyatakan tidak gentar jika Denada memilih menempuh jalur hukum.
“Kalau mereka mau mengajak main hukum, kami siap, kami enggak punya potensi loss, potensi loss itu ada di pihak Denada karena beliau publik figur,” tutupnya.
Sementara itu, polemik antara Denada dan Ressa Rizky Rossano yang mengaku sebagai anak biologis sang penyanyi masih bergulir di pengadilan dan terus menyita perhatian publik.
Ressa diketahui menggugat Denada atas dugaan penelantaran anak dan menuntut ganti rugi senilai miliaran rupiah.
Ibu angkat Ressa, Ratih, turut angkat bicara dan mengungkapkan kesaksiannya merawat Ressa sejak masih berusia sepuluh hari.
“Tahun 2002, umur sepuluh hari, sepuluh hari bayi, waktu itu masih di Bandara Surabaya,” ujar Ratih di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa bayi Ressa saat itu dijemput oleh suaminya bersama seorang asisten rumah tangga sebelum dibawa ke hotel.
“Jadi dijemput sama bapaknya Ressa dan emak yang biasa masak di rumah, dijemput di Bandara Surabaya, dibawa ke hotel dulu,” lanjutnya.
Ratih menegaskan bahwa penyerahan bayi Ressa dilakukan tanpa kehadiran Denada.
“Tapi tanpa Denada, neneknya Denada yang memberikan, neneknya, buyutnya Ressa ini,” katanya.
Saat menerima Ressa untuk diasuh, Ratih mengaku sempat dijanjikan pemenuhan kebutuhan oleh nenek Denada, namun janji tersebut tak pernah terwujud.
“Katanya dulu enggak usah khawatir soal susu pasti datang truk-trukan, ini itu, tapi enggak ada semua,” tutupnya.
Di sisi lain, Ressa Rizky Rossano juga mengungkap perasaan batinnya yang selama ini terpendam akibat tak pernah diakui.
Ia mengaku sempat merasa iri terhadap Aisha, putri Denada, yang mendapat perhatian besar dari sang ibu.
“Ya, kenapa kok ada aku yang sehat, maksudnya kenapa kok sampai diginiin,” ujar Ressa di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2026).
Ia menyoroti perjuangan Denada dalam mendampingi Aisha yang sakit, yang menurutnya sangat kontras dengan perlakuan yang ia terima.
“Padahal anaknya yang itu sakit sampai Mbak Denadanya jatuh bangun begitu,” lanjutnya.
Ressa mengakui rasa iri tersebut memang ada, meski tidak dominan.
“Ya iri ada sedikit,” tutupnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Ressa Rizky Rossano menggugat Denada Tambunan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur pada Selasa (26/11/2025).
Gugatan tersebut diajukan setelah Ressa mengaku baru mengetahui statusnya sebagai anak biologis Denada di usia 24 tahun.
Dalam gugatan itu, Ressa menuntut ganti rugi sebesar Rp7 miliar yang diklaim sebagai akumulasi hak-hak yang tidak diterimanya selama 24 tahun.
Selama ini, Denada dikenal publik hanya memiliki satu anak, yakni Aisha Aurum, buah pernikahannya dengan Jerry Aurum.
Kemunculan Ressa Rizky Rossano sebagai pihak yang mengaku anak biologis Denada pun menjadi sorotan luas publik dan industri hiburan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]