“Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya,” lanjutnya.
Dalam konteks sejarah sosial Indonesia, tradisi ini sebenarnya relatif baru jika dibandingkan dengan usia bangsa.
Baca Juga:
Ikuti Maps, Ratusan Mobil Malah Nyasar ke Sawah di Sleman!
Menurut catatan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, kebiasaan mudik mulai terasa kuat sejak era 1970-an ketika urbanisasi menuju Jakarta dan kota besar lain meningkat tajam.
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Purnawan Basundoro, menjelaskan fenomena itu berkaitan dengan perpindahan penduduk besar-besaran setelah Indonesia merdeka.
“Ini mungkin setelah kemerdekaan, setelah banyak orang mencari pekerjaan di kota,” kata Purnawan.
Baca Juga:
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional
Fenomena perantauan tersebut makin terlihat jelas pada dekade 1960 hingga 1970-an ketika ibu kota mulai dipadati pendatang dari berbagai desa di seluruh Indonesia.
“Mungkin tahun 1960-an hingga 1970-an, ketika Jakarta mulai didatangi orang dari berbagai desa,” tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, aktivitas pulang kampung itu kemudian dikenal luas dengan istilah mudik dan berubah dari sekadar perjalanan pribadi menjadi tradisi sosial yang sangat kuat di Indonesia.