Proses evakuasi dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa setempat guna memastikan keselamatan warga, khususnya kelompok rentan.
“Seluruh proses dilakukan secara terukur, humanis, dan mengedepankan keselamatan,” ujar Ferry.
Baca Juga:
Antisipasi Musim Hujan, Sudin SDA Jakarta Barat Keruk Saluran PHB Wali Kota di Puri Kembangan
Meski banjir kembali terjadi, pihak kepolisian memastikan kondisi di lapangan masih dapat dikendalikan berkat kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas sektor.
“Polda Sumatera Utara memastikan akan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi serta siap memberikan dukungan lanjutan sesuai kebutuhan,” kata Ferry.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan mematuhi arahan petugas demi menghindari risiko yang lebih besar.
Baca Juga:
Antisipasi Banjir, Pemkot Jakbar Minta ASN Bergerak Sebelum Genangan Muncul
“Sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Sebelumnya, banjir dan longsor besar melanda Kabupaten Tapanuli Selatan pada Senin (24/11/2025).
Berdasarkan data BPBD yang dirilis Minggu (4/1/2025), bencana tersebut menyebabkan 89 orang meninggal dunia, 127 orang luka-luka, dan 20 orang dinyatakan hilang.