“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” kata Rahmat.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah di Jawa Barat dengan tingkat intensitas yang berbeda-beda.
Baca Juga:
Pacitan Diguncang Gempa 64 Magnitudo
Di wilayah Cidolog dan Ciracap, guncangan gempa tercatat mencapai intensitas skala IV MMI yang berarti getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
Sementara itu sejumlah daerah lain seperti Tasikmalaya, Cijati, Pagelaran, Sukanegara, Agrabinta, Sindangbarang, Garut, Cidahu, Cimanggu, Campaka, Jampang Tengah, Kadupandak, dan Tegal Buleud merasakan guncangan dengan intensitas III hingga IV MMI.
Getaran gempa juga dirasakan oleh warga di wilayah Bayah, Klapanunggal, serta Kabupaten Bandung dengan intensitas III MMI.
Baca Juga:
Kereta Mendadak Berhenti Saat Gempa Yogya, KAI Tegaskan Bukan Anjlok
Selain itu, daerah Pangandaran dan Ciamis turut merasakan getaran gempa dengan intensitas yang lebih ringan yakni pada skala II hingga III MMI.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Rahmat.
BMKG menyampaikan hingga pukul 02.50 WIB belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan setelah terjadinya gempa utama tersebut.