Kemudian, Abdul mendata akibat tingginya intensitas hujan di wilayah bagian hulu sungai menyebabkan banjir merendam Kecamatan larompong dan Kecamatan Suli Barat yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat (4/4/2025) pukul 21.15 WITA.
Tercatat sebanyak 70 KK terdampak akibat kejadian ini, untuk kerugian materiil dilaporkan 70 rumah warga, akses jalan dan lahan sawah serta kebun terdampak dan terus dilakukan pendataan.
Baca Juga:
Pemkab Sigi Usulkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi 43 Sekolah ke BNPB Sulawesi Tengah
"BPBD Kabupaten Luwu masih terus lakukan kaji cepat dan koordinasi dengan aparat kecamatan setempat," ujar Abdul.
Kejadian banjir juga terjadi di wilayah Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (4/4/2025) pukul 19.30 WIB.
Bencana itu telah melanda enam kelurahan yang berada di Kecamatan Cepu yaitu Kelurahan Cepu, Kelurahan Balun, Kelurahan Tambakromo, Kelurahan Karangboyo, Kelurahan Ngroto dan Kelurahan Ngelo.
Baca Juga:
Gubernur Gorontalo Fokus Tangani Banjir dengan Respons Cepat di Wilayah
Abdul menyebut sebanyak 468 rumah yang ditinggali 500 KK terdampak akibat peristiwa ini dan juga menyebabkan satu fasilitas umum dan empat unit fasilitas pendidikan terendam banjir.
"BPBD Kabupaten Blora dan BPBD Provinsi Jawa Tengah beserta lintas instansi terkait telah mengupayakan dukungan tanggap darurat mulai pembersihan drainase dari sampah hingga dukungan logistik kepada warga terdampak," ujar Abdul.
Menyikapi peristiwa bencana yang terjadi di berbagai daerah, BNPB mengimbau kepada masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan mengantisipasi ancaman potensi risiko bencana hidrometeorologi basah.