Guna mengantisipasi tawuran, Kompol Putra mempersiapkan sejumlah jurus, yakni preemtif (penangkalan) atau upaya persuasif dan preventif atau pencegahan.
Terkait jurus peemtif, Kompol Putra mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki data orang-orang atau pelajar yang pernah bermasalah di wilayah hukum Tambora.
Baca Juga:
Modus Penggandaan Uang, Motif Pelaku Bunuh Ibu-Anak di Tambora Jakbar
"Data mengenai orang-orang yang bermasalah ini kami dapat dari sekolah-sekolah, maupun dari data Polsek Tambora mengenai mereka-mereka yang pernah tertangkap (aksi tawuran maupun kejahan lain, red)," ungkapnya.
Lalu soal preventif, polisi melakukan patroli konvensional di wilayah Tambora dan juga patroli siber, untuk memonitor adanya kerawanan.
Polisi juga mengoptimalkan pos pantau yang dioperasikan setiap pukul 01.00 WIB dini hari hingga pagi.
Baca Juga:
Jejak Pembunuhan Ibu-Anak di Tambora: Polisi Temukan Tali, Celana Berlumur Darah, dan Senjata
"Kami juga ikut bermedsosan untuk memonitor, mencegah dan mengambil tindakan cepat. Misal dengan mereka tahu Kapolsek memantau kegiatan mereka di sosial media, itu akan mencegah terjadinya aksi tawuran," pungkasnya. [rgo]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.