WahanaNews.co | Seorang pemuda berusia 22 tahun, AS, warga Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tewas terlindas kereta api pada Senin (28/2/2022) pagi.
Lokasi kejadian hanya beberapa puluh meter dari rumah AS, sehingga sempat memunculkan dugaan bahwa AS sengaja menabrakkan diri.
Baca Juga:
Masa Angkutan Lebaran 2025, Pengguna KAI Komuter Terus Alami Peningkatan
Namun, Kepala Desa Siraman, Budi Nurochman, mengatakan, peristiwa tragis itu terjadi lantaran AS mabuk berat dan tertidur di atas rel kereta api.
"Informasi yang kami dengar dari lingkungan sekitar kejadian bukan bunuh diri, tapi karena anak itu (AS) minum-minuman keras bersama teman-temannya sebelumnya," ujar Budi, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (28/2/2022).
"Dan mungkin minum-minumannya sampai dini hari dan di sekitar rel, kemudian tidur begitu saja di atas rel," tambahnya.
Baca Juga:
PT KAI Daop 4 Semarang Catat Kedatangan 8.761 Penumpang per Hari Jelang Lebaran
Sementara itu, Kapolsek Kesamben, AKP Eko Soedjoko, mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, ketika Kereta Api Brawijaya dari arah Blitar melaju ke arah Malang.
"Keterangan dari masinis kereta, klakson panjang sudah dibunyikan tapi korban tidak bangun juga. Masinis juga sudah melakukan pengereman namun jarak kereta dengan korban terlalu pendek," ujar Eko, saat dikonfirmasi wartawan.