Ketiadaan pengganti itu bukan tanpa alasan karena kebo bule yang biasa tampil dalam kirab merupakan hewan yang telah disiapkan sejak lama dan terbiasa mengikuti prosesi.
Menurut Heri, kebo-kebo lain belum pernah dilatih untuk mengikuti kirab sehingga tidak memungkinkan langsung diturunkan dalam prosesi besar yang disaksikan banyak masyarakat.
Baca Juga:
Suksesi Keraton Solo Memanas, Dua Pangeran Dinobatkan, Keluarga Minta Pemerintah Turun Tangan
Tiga kebo bule yang dinilai siap mengikuti kirab ialah Pahing, Nyai Wati, dan Suro.
“Yang ndak mau jalan Ponco sama Mugi,” kata Heri.
Selain mempertimbangkan kelancaran prosesi, pihak pawang juga memperhitungkan faktor keselamatan masyarakat yang hadir menyaksikan kirab.
Baca Juga:
2 Kubu Keraton Solo Akhirnya Bertemu Usai 10 Tahun Berkonflik
Heri khawatir Ponco dan Mugi menjadi rewel di tengah jalan apabila tetap dibawa keluar kandang saat kondisinya sedang berahi.
“Ya nanti takutnya di jalan rewel itu lho,” ujarnya.
Kondisi tersebut dinilai berisiko karena kirab biasanya dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung kebo bule keturunan Kiai Slamet.