WahanaNews.co | Hamparan lahan ratusan hektar itu sudah terbagi-bagi ke dalam bedengan yang memanjang terbungkus mulsa plastik.
Sebagian lahan sudah ditanami bibit.
Ada bawang putih, kentang, dan didominasi bawang merah. Sejumlah orang
terlihat beraktivitas.
Baca Juga:
LSM LRR Dan Tokoh Pemuda Menyoroti Kinerja PT Kinra dan Proyek tangki timbun silinder berkapasitas besar di KEK Sei Mangkei
Demi mengendalikan hama, digunakanlah teknologi perangkap likat kuning (yellow sticky trap), kertas perekat
untuk perangkap serangga, lalat, dan kutu daun.
Kertas ini dipasang di sekeliling area
tanaman, sehingga para serangga penyerang pun akan lengket atau menempel di jebakan berwarna kuning ini.
Alat sprinkle juga terpasang untuk menyirami otomatis dengan mesin, hingga petani tak perlu menyiram. Cukup menekan tombol, pompa hidup, air pun mengucur.
Baca Juga:
LSM LRR Dan Tokoh Pemuda Simalungun Mendesak agar Perusahaan yang ada di kek seimangkei Utamakan Rekrut Tenaga Kerja Lokal
Sistem pengolahan lahannya menggunakan alat
berat, traktor maupun beko. Beberapa alat berat pun disiapkan
untuk proses pemupukan skala besar.
Pemandangan ini terlihat kala memasuki
area proyek pengembangan pangan skala besar (food estate) di Desa Ria Ria, Kecamatan Pollung, Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.
Rencananya, di desa ini, pemerintah akan membangun food estate seluas 1.000 hektar. Sekitar 215 hektar telah tergarap pada
2020.