Anehnya lagi, food estate di wilayah Sumut itu, khusus
di pantai barat dan pantai timur, berada di daerah-daerah pegunungan.
Wilayah Sumut banyak pegunungan, hutan lindung, dan
tanah adat, tapi kemudian jadi food estate.
Baca Juga:
LSM LRR Dan Tokoh Pemuda Menyoroti Kinerja PT Kinra dan Proyek tangki timbun silinder berkapasitas besar di KEK Sei Mangkei
Jadi, katanya, program food estate itu harus dievaluasi, karena cenderung tidak pro
rakyat, di mana
hasilnya cenderung lebih banyak dinikmati oleh pengusaha.
"Sedangkan rakyat di sekitar lokasi, ujung-ujungnya, hanya jadi buruh dan menyaksikan tanah-tanah mereka digarap untuk kesejahteraan para pengusaha dan penguasa," pungkasnya. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.