BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini tsunami sekaligus rekomendasi evakuasi untuk masyarakat yang berada di sejumlah wilayah terdampak.
Wilayah Manggarai Utara, Ngada Utara, Manggarai Barat Utara, Sikka Utara, Ende Utara, serta sejumlah kawasan di Sulawesi dan Selayar ditetapkan dalam status Siaga.
Baca Juga:
10 Negara Paling Sering Diguncang Gempa di Dunia, Indonesia Ternyata Nomor 2
Sementara itu, wilayah pesisir lainnya masuk dalam status Waspada dengan potensi kenaikan muka laut berkisar antara 0 hingga 0,5 meter.
Dampak gempa juga terlihat pada sejumlah bangunan di Labuan Bajo setelah guncangan kuat melanda kawasan tersebut pada pagi hari.
Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah adalah Hotel Jayakarta dengan kerusakan terlihat pada bagian lobi, tembok, serta sejumlah meja dan kursi.
Baca Juga:
Gempa Dahsyat M 7,1 Hantam Jepang, Mal Meledak dan Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Selain bangunan hotel, sejumlah fasilitas umum di dalam Kota Labuan Bajo seperti gereja, rumah sakit, dan sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat guncangan gempa.
Hingga Sabtu (15/8/2026) pagi, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat belum menyampaikan keterangan resmi mengenai jumlah keseluruhan bangunan yang terdampak maupun estimasi kerugian akibat gempa tersebut.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap tenang dan terus mengikuti perkembangan informasi serta arahan resmi yang disampaikan BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).