"Kalau merugikan UMKM, ya nggak ada salahnya kita bikin sendiri. Bukan mau menandingi. Kalau
Dia juga menjelaskan bahwa biaya tambahan yang ditetapkan Gojek terlalu tinggi. Hal ini dikhawatirkan justru bakal merugikan UMKM makanan-minuman (F&B).
Baca Juga:
Tak Hadiri Open House Prabowo, Luhut Silaturahmi ke Rumah Jokowi Saat Lebaran
"Banyak UMKM kan kita dorong digitalisasi, masuk GrabFood, Gofood, Shopee Food, tapi kalau sudah masuk situ biaya fee-nya gede lama-lama mematikan UMKM," ujar putra Sulung Presiden Joko Widodo itu
Menurut Gibran keluhan mitra tersebut sudah dia sampaikan langsung kepada pimpinan Gojek bertemu dalam sebuah acara di Solo Technopark. Namun demikian, hal tersebut adalah masalah yang bisa dibicarakan.
"Itu sudah saya sampaikan ke bosnya kok waktu acara di Solo Technopark. Tapi bisa dibicarakan," kata Gibran.
Baca Juga:
Pemkot Surakarta Imbau Pedagang Tetapkan Harga Wajar bagi Pemudik dan Wisatawan
Terkait aplikasi tandingan, Gibran menilai belum diperlukan selama kerja sama masih berjalan baik. Namun dia menegaskan siap membuat aplikasi sejenis jika merugikan UMKM.
"Kalau merugikan UMKM, ya nggak ada salahnya kita bikin sendiri. Bukan mau menandingi. Kalau masih berjalan baik ya nggak perlu. Tapi kalau merugikan ya kenapa nggak. Kalau nanti bikin itu aplikasinya nggak sak-sake (sembarangan)," tutur Gibran.
Diberitakan sebelumnya, Gibran mengaku menegur Gojek hingga siap membuat aplikasi serupa untuk membantu UMKM. Hal tersebut diungkapkan dalam acara Tantangan Milenial Merebut Peluang Akses Pembiayaan dalam Ekosistem UMKM dan Ekonomi Hijau yang disiarkan di saluran YouTube Jasa Keuangan, Selasa (28/12/2021).