Akhmad menyebut informasi yang diterimanya juga mencakup dugaan adanya percobaan tindakan kekerasan dalam konflik tersebut.
“Kita secara objektif belum melihat langsung, sementara masih mencari informasi valid di lapangan. Memang kelihatannya ada miss antara guru dan kepala sekolah, entah masalah pribadi atau apa kita belum tahu persis,” ujar Akhmad, Sabtu (7/2/2026).
Baca Juga:
Guru SD di Sabu Raijua NTT Jadi Tersangka Dugaan Tindakan Asusila terhadap 24 Siswa
Akhmad menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran aturan kepegawaian jika terbukti terjadi dalam kasus ini.
Ia menyampaikan Dinas Pendidikan Nunukan masih melakukan pendalaman fakta sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Intinya kita cari kebenarannya. Siapapun yang salah tetap kita berikan sanksi, kuncinya di situ,” tegasnya.
Baca Juga:
Lecehkan 24 Pelajar, Guru SD di NTT Terancam Penjara 15 Tahun
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.