Saat itu, Bendahara Kelurahan Duri Kepa tersebut menyampaikan ingin meminjam uang dan membutuhkan dana segar Rp 340 juta untuk keperluan membayar honor RT/RW.
Bendahara Kelurahan Duri Kepa itu beralasan meminjam uang karena dana untuk honor RT/RW belum turun dari kecamatan.
Baca Juga:
Misteri Ibu dan Anak Tewas di Toren Air, Berawal dari Laporan Anak Laki-Laki
"Tapi waktu itu saya enggak ada uang sebesar itu, cuma ada Rp 54 juta," kata Sandra, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (28/10/2021).
Sandra mengaku selanjutnya mentransfer uang Rp 54 juta tersebut dari rekening pribadinya langsung ke pihak RT/RW.
"Saya dapat data RT dari Bendahara. Sudah ditunjuk siapa saja RT yang harus saya transfer, yang saya kirim itu ada 51 nama," terangnya.
Baca Juga:
Ibu dan Anak Ditemukan Tewas dalam Toren Air, Polisi Duga Dibunuh
Ia mengaku tak hanya sekali meminjamkan uangnya kepada pihak Kelurahan Duri Kepa.
Beberapa kali pula Sandra mengirimkan dana tersebut ke rekening kelurahan hingga jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.
"Sampai bulan Juni, totalnya itu Rp 264,5 juta. Ada yang saya transfer ke rekening kelurahan," tuturnya.