Polisi masih mendalami sejauh mana dugaan perundungan yang diceritakan MA berkaitan dengan tindakan yang kemudian terjadi di ruang rapat kantornya.
Siapkan Puluhan Liter Pertalite
Baca Juga:
PLN EPI Dorong Desa Tanjung Batu Jadi Sentra Ekonomi Hijau Lewat Madu Kelulut
Penyelidikan polisi juga menemukan indikasi bahwa bahan bakar telah dipersiapkan sebelum ruang rapat Diskominfo Kukar terbakar.
MA diduga membeli Pertalite dalam jumlah cukup banyak sebelum membawanya ke lokasi kejadian.
"Jadi beli bensin berupa Pertalite sekitar 30-40 liter, terus dibawa ke ruangan," ungkap Elnath.
Baca Juga:
Dalami Hubungan dengan 3 Korporasi, KPK Periksa Rita Widyasari
Persiapan tersebut diduga dilakukan pada Selasa (11/8/2026) pagi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WITA, sementara waktu dan urutan kejadian secara lebih terperinci masih didalami penyidik.
Pemeriksaan terhadap MA juga masih berlangsung untuk mengetahui bagaimana bahan bakar tersebut dibawa masuk serta rangkaian tindakan sebelum api muncul di ruang rapat.
Api yang muncul kemudian berhasil dipadamkan oleh pihak Diskominfo bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar serta sejumlah karyawan.