Direktur Utama RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu, drg Tri Fajari Agustini, mengungkapkan bahwa pembangunan Klinik Utama Rotinsulu Garut merupakan bukti nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat layanan paru terintegrasi.
Ia menegaskan bahwa target eliminasi TBC cepat menjadi fokus utama.
Baca Juga:
Pemkab Garut Perpanjang Status Tanggap Darurat, Fokus Pulihkan Akses Warga Terdampak Banjir
"Kami semua juga bertekad untuk dapat menyelesaikan pembangunan dari pada Klinik Utama Garut. Kolaborasi ini memperkuat komitmen kita untuk menghadirkan layanan paru yang unggul, menyeluruh, dan terintegrasi, sebagai program eleminasi TBC cepat yang mungkin pada 2029 kami ditargetkan 50 persen daripada eleminasi TBC dapat dituntaskan dengan baik," jelasnya.
Tri juga memaparkan capaian positif klinik tersebut. Pada tahun 2024, angka keberhasilan pengobatan TB mencapai 97 persen, menunjukkan efektivitas pendampingan dan kedekatan layanan terhadap pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menambahkan bahwa kerja sama erat antara Dinas Kesehatan, Klinik Rotinsulu, Puskesmas, dan komunitas TB telah membuahkan prestasi membanggakan.
Baca Juga:
Bupati Garut Serahkan DPPA 2025 dan Bantuan Bina Lingkungan dari PT KAI
Tahun ini, Kabupaten Garut menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat sebagai daerah dengan notifikasi terbaik untuk TBC serta kolaborasi klinik terbaik.
"Terus terang kami sangat bahagia sekali menjadi penambah fasilitas rujukan yang ada di Kabupaten Garut," tutup Leli Yuliani.
Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu Garut menyediakan berbagai layanan, di antaranya poli umum, penyakit dalam, poli paru, patologi anatomi, radiologi, laboratorium, serta layanan kesehatan penunjang lainnya.