Pada potongan video lain, tertulis keterangan, “POV jodohku adalah muridku,” sambil memperlihatkan guru tersebut memegang tangan siswinya dan menahannya agar tidak langsung pulang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala sekolah tempat guru tersebut mengajar untuk melakukan klarifikasi awal.
Baca Juga:
Aurelie Moeremans Bongkar Luka Masa Kecil Lewat 'Broken Strings', Publik Bereaksi Keras
“Informasi ini sudah kami tindak lanjuti. Kami berkoordinasi langsung dengan kepala satuan pendidikannya. Kepala sekolah sudah melakukan klarifikasi terkait kejadian yang hari ini viral,” kata Deden, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan laporan awal dari pihak sekolah, Deden menyebut siswi yang bersangkutan merupakan siswa berprestasi dan diketahui oleh orang tuanya.
Ia menjelaskan anak tersebut duduk di kelas VI dan pernah meraih prestasi hingga tingkat kabupaten.
Baca Juga:
Guru SD di Sabu Raijua NTT Jadi Tersangka Dugaan Tindakan Asusila terhadap 24 Siswa
Menurut Deden, pihak sekolah dan orang tua juga mengetahui adanya perubahan karakter pada anak tersebut.
Perubahan itu disebut membuat siswi menjadi lebih komunikatif dan periang dibandingkan sebelumnya.
“Orang tua, pihak sekolah, bahkan keluarga merasa bersyukur karena anaknya sekarang bisa berkomunikasi seperti anak-anak lainnya. Prestasinya pun disebut tetap terjaga,” jelas Deden.