Agus kemudian menghampiri kelas sumber suara tersebut untuk mencari tahu pelakunya, dan ketika seorang siswa mengakui dengan gestur menantang, ia refleks menampar satu kali sebagai teguran spontan.
“Itu refleks, satu kali tamparan. Itu awal kejadiannya," kata Agus.
Baca Juga:
Pelecehan Seksual di Dalam Bus, Transjakarta Dukung Korban Tempuh Jalur Hukum
Setelah kejadian, suasana sekolah menjadi tidak kondusif, para siswa terus menantang Agus hingga waktu pulang sekolah, dan meski dilakukan mediasi di ruangan dengan CCTV, situasi berujung ricuh saat Agus dikeroyok oleh massa siswa dari berbagai angkatan.
"Di situ saya dikeroyok. Videonya viral. Banyak siswa mulai dari kelas 1, 2 dan 3," ujar Agus.
Meski menjadi korban kekerasan fisik, Agus masih menimbang untuk menempuh jalur hukum karena merasa berat melaporkan anak didiknya sendiri mengingat masa depan dan kondisi psikologis mereka.
Baca Juga:
Viral Curhat Jarak 114 Km, Disiplin ASN Mengakhiri Karier Nur Aini
“Saya merinding kalau harus melapor ke polisi. Mereka ini anak didik saya, masih sekolah dan secara psikologis butuh bimbingan," kata dia menutup klarifikasinya.
Kepala Sekolah, Ranto M, membenarkan insiden namun memastikan pihak sekolah telah melakukan mediasi melibatkan Forkopimcam, kepolisian, dan Babinsa.
Saat ini situasi sekolah dilaporkan kondusif dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal.