Ritual melukat bukanlah merupakan kegiatan komersial, misalnya ada tarif khusus yang dipatok untuk melukat kepada yang menerapkannya.
Jika tempat melukat tersebut berada di area pura yang sekaligus juga menjadi daya tarik wisata, hanya dikenakan biaya tiket masuk dalam kapasitasnya sebagai wisata.
Baca Juga:
Rayakan Nyepi dengan Pantun: Ucapan Spesial untuk Sahabat Hindu
Misalnya di Pura Tirta Empul, Gianyar, yang memiliki tempat melukat, tiket masuk ke daya tarik wisata itu untuk wisatawan domestik per orang dewasa Rp30 ribu dan anak-anak Rp15 ribu. Sedangkan wisatawan asing dewasa Rp50 ribu dan anak-anak Rp25 ribu per orang.
Di pura itu pun juga disediakan kain dan selendang untuk pengunjung yang tidak dikenakan biaya alias gratis. Sedangkan umat Hindu yang bersembahyang dan melukat di pura berhawa sejuk itu tidak dikenakan biaya masuk.
Sarana upacara yang paling sederhana salah satunya canang (rangkaian janur dan bunga) rata-rata seharga Rp1.000 per biji, disesuaikan dengan kebutuhan.
Baca Juga:
Libur Lebaran di Pulau Dewata? Kunjungi 5 Destinasi Wisata Ini!
Demikian juga apabila ada biaya untuk melukat, biaya yang dikeluarkan itu untuk sarana upacara yang wajib disiapkan tulus ikhlas oleh umat Hindu, menyesuaikan dengan jenis-jenis melukat.
Memuliakan air
Selain esensi pembersihan diri jasmani dan rohani, melukat juga bersifat memuliakan air. Mata air yang disucikan itu tidak hanya penting sebagai bagian upacara keagamaan, tapi juga digunakan sebagai sumber air bagi masyarakat secara berkelanjutan.