Setiap kali ditanya tentang keberadaan JU, H selalu mengulang pernyataan tersebut.
Dengan adanya laporan bahwa JU menghilang, keluarga juga berusaha mencari tahu dengan menyebarkan foto-foto JU melalui media sosial.
Baca Juga:
PLN UIP Sulawesi Peringati Hari Kartini dengan Menyalurkan Insentif bagi 16 Muslimah Tangguh di 6 Kabupaten/Kota
"Saya terakhir komunikasi dengan (JU) pada tahun 2017. Kita mencari, kita sebarkan fotonya di mana-mana, baik keluarga yang jauh," jelas Kasmi saat ditemui awak media di kediamannya Jalan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Selasa (16/4/2024).
Kasmi menjelaskan, selama JU dan H menikah, kabar penganiayaan kerap didapat pihak keluarga. Namun, ketika ditanya, JU tidak pernah mengaku.
"Tidak pernah curhat. Dia (JU) sabar, tidak mungkin juga punya hubungan dengan orang lain, dia sayang sekali anaknya," ungkap Kasmi.
Baca Juga:
Sentuhan PLN Ubah Wajah Katimbang, Warga Kini Lebih Siap Hadapi Banjir
"Dia (JU) kalau sudah dipukul langsung datang ke rumahku, tapi tidak pernah cerita, datang saja bermalam. Tidak pernah juga kasi lihat luka-lukanya," sambungnya.
Seiring berjalannya waktu, pihak keluarga JU bahkan sempat curiga dan mempertanyakan kepada H keberadaan JU. Keluarga merasa curiga lantaran kelakuan H yang kasar terhadap istri dan anaknya.
"Dari ringan tangan itu kita curiga memang. Kalau ketemu juga menghindar setelah itu, takut ditanya. Tidak mau lagi berbaur dengan kita. Pernah kita tanyakan tapi dia langsung bilang, 'tegaku itu' (tak mungkin melakukan itu), dengan ekspresi ketawa," bebernya.