WahanaNews.co | Ribuan liter Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang dikirim ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tuban dikembalikan lagi karena tak layak jual, dan terdapat campuran air-pasir.
BBM jenis Pertalite yang bercampur air dan pasir tersebut dikirim dari Fuel Terminal (FT) Tuban ke SPBU Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu dan SPBU Desa Mulung, Kecamatan Merakurak, Tuban.
Baca Juga:
Gawat...Modus Pakai Kartu Nelayan, Diduga Gudang Penimbunan BBM Solar Subsidi Di Desa Regemuk, Ranto Panjang Bebas Beroperasi
Petugas Supervisor SPBU Desa Sugihwaras, Azmi Zulfikar membenarkan adanya kiriman BBM jenis Pertalite yang bercampur air saat petugas melakukan pengecekan terhadap BBM tersebut.
Seperti biasa, sebelum masuk ke tangki penampungan, petugas SPBU mengambil sampel untuk mengecek setiap kiriman BBM yang datang. Ternyata, BBM Pertalite yang dikirim bercampur air.
"Saat itu, petugas mengambil sampel kiriman BBM Pertalite sekitar 30 liter dan hasilnya ada campuran airnya," kata Azmi Zulfikar kepada wartawan, Senin (19/12/2022).
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo Mulai 1 Juni 2026
Setelah mengetahui kondisi BBM Pertalite yang dikirimnya bercampur air, pihak SPBU pun membuat surat berita acara untuk mengembalikan pengiriman BBM jenis Pertalite tersebut.
Sebab, pihak SPBU tidak mau rugi dengan menjual BBM yang bercampur air tersebut karena bisa merugikan konsumen atau masyarakat yang membelinya.
"Terpaksa kita kembalikan karena kita khawatir konsumen dirugikan dengan adanya hal ini," ungkapnya.