“Sudah beberapa kali pemilihan secara langsung oleh rakyat berkenaan eksekutif di daerah, memang ini menemukan konflik horizontal di masyarakat,” katanya.
Selain itu, Ade juga turut mengamati jika pada Pilkada serentak yang dilaksanakan pada 27 November 2024 lalu, tingkat partisipasi masyarakat menurun drastis secara nasional.
Baca Juga:
PSI Soroti Pilkada Masih Dihantui Politik Uang
“Kalau kita mengevaluasi secara nasional, tingkat partisipasi menurun tajam hampir di setiap daerah di Indonesia. Setiap daerah turunnya bervariatif, rata-rata di kisaran 4 sampai 8 persen dibandingkan dengan Pilkada 5 tahun sebelumnya,” tuturnya.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.