OPM Akui Serang Pos Militer
Sementara itu Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) Kodap 3 Ndugama-Derakma mengakui ada kontak senjata dengan TNI/Polri kemarin.
Baca Juga:
Viral Mobil Kodim Disewakan Rp2 Juta untuk Penyaluran Bantuan Dibantah TNI
Dalam keterangan tertulis yang diterima, pimpinan OPM Egianus Kogoya mengatakan penyerangan terjadi pukul 15.00 waktu setempat.
Ia mengaku tak bisa memastikan jumlah korban dari pihak TNI. Namun ia mengklaim tak ada korban dari pihaknya.
"Di pihak kami tidak ada yang luka maupun korban tembak mati," katanya.
Baca Juga:
Tiga Prajurit Kopassus Terseret Kasus Penculikan Kacab Bank BUMN, Fakta Baru Terbuka
Ia juga mengatakan, serangan juga dilancarikan sehari sebelumnya, Kamis (21/4) saat rombongan TNI/Polri yang melintas ditembaki.
Hal ini dibenarkan Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal.
"Iya benar 21 April 2022," kata Kamal, Sabtu (23/4).