Kesalahan titik alamat membuat Hasan dan penumpang sempat berputar-putar mencari lokasi tujuan, yang kemudian memicu kemarahan suami pemesan karena mengira tukang pijat tidak kunjung datang.
"Bapaknya pulang kerja capek juga, makanya bapaknya emosi karena istrinya sedang sakit tapi tukang pijitnya enggak datang-datang karena salah alamat," kata Hasan.
Baca Juga:
Kemenhub Beri Kode Tarif Ojol Naik Tapi Asosiasi Menolak, Ini Alasannya
Hasan menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang membantu menyuarakan kasus tersebut hingga cepat terselesaikan setelah viral di media sosial.
"Yang jelas pertama saya mengucapkan terima kasih berkat semua yang bantu menyuarakan, berkat media juga akhirnya bisa selesai masalahnya," ujar Hasan.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan meminta agar tidak ada lagi kekerasan di jalanan, terlebih jika melibatkan aparat.
Baca Juga:
Status Ideal Pengemudi Ojek Online: Mitra Independen atau Karyawan Terikat Penuh?
"Ya pesan saya semoga enggak ada lagi kekerasan kepada warga, apalagi dilakukan oleh pihak aparat. Negara harus lebih mengayomi, menjaga sesama warga negara juga," katanya.
Peristiwa penganiayaan itu bermula saat Hasan menerima pesanan untuk mengantar penumpang berinisial N ke Jalan Haji Lebar, kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, namun setibanya di lokasi penumpang mengaku tidak mengetahui alamat persis sehingga mencoba menghubungi pemesan yang justru memarahi melalui sambungan telepon.
Hasan tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di rumah pemesan, tetapi cekcok tak terhindarkan dan berujung pada dugaan pemukulan yang menyebabkan korban mengalami luka-luka sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.