Sebanyak sembilan orang menjadi korban dalam kejadian tersebut yang mayoritas merupakan siswa sekolah dasar, sementara korban lainnya merupakan pedagang dan sales.
Dua korban dilaporkan meninggal dunia, yakni Dewi Handayani yang merupakan seorang pedagang dan Muhamad Milal yang masih berstatus siswa SD.
Baca Juga:
Biaya Logistik Mahal Bikin Produk RI Sulit Bersaing, Mendag Cari Solusi
Orang tua Muhamad Milal, Tuti Hidayati, meminta proses hukum terhadap pelaku dilakukan secara adil dan transparan.
"Harus diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku. Cuma balik lagi, kadang hukum di negeri kita begitu. Kemarin polisi mengusulkan mau mediasi, jadi saya hanya fokus ke anak dulu. Urusan pelaku, entar biar saya sama anak sembuh dulu," katanya.
Tuti berharap kasus tersebut tidak berhenti begitu saja lantaran pelaku merupakan seorang pejabat daerah.
Baca Juga:
Oknum Petugas Kargo Bandara Soetta Curi Tas Lululemon, Kerugian Tembus Rp 1 Miliar
"Harapan dapat keadilan seadil-adilnya, setidaknya dia bertanggung jawab atas perbuatannya dalam bentuk apa pun. Dan prosesnya jangan ditutup-tutupin. Kalau memang mau mediasi, jangan ditutup-tutupin. Pelakunya pejabat, takut (kasusnya) hilang begitu saja," katanya.
Polisi juga mengungkapkan saat mengemudi Ahmad Mursidi menggunakan selang oksigen karena diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.