Dikerahkan kemudian tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Samarinda, BPBD, Satpolair, dan relawan untuk memperluas pencarian menggunakan perahu karet dan perlengkapan selam.
Kendala Arus Deras dan Ancaman Buaya
Baca Juga:
Pesawat Jatuh di Rawa Penuh buaya, 5 Penumpang Bertahan Hidup Tanpa Makanan
Diungkapkan oleh Meiry, proses pencarian korban menghadapi kendala berat akibat kondisi air sungai yang sedang pasang dengan arus deras.
Selain itu, ancaman keberadaan buaya di lokasi menjadi faktor risiko utama dalam operasi pencarian.
“Memang kendala utama di lapangan adalah binatang buas. Buaya di lokasi itu cukup banyak,” ujar Meiry.
Baca Juga:
Buaya Muara Muncul di Pantai, Wisatawan di Lampung Selatan Resah dan Waspada
Selama proses pencarian berlangsung, terlihat oleh petugas beberapa ekor buaya sempat muncul ke permukaan.
Disebutkan bahwa salah satu buaya yang terpantau memiliki ukuran hampir mencapai tiga meter.
Setelah pencarian intensif selama berjam-jam, ditemukan oleh nelayan korban pada Senin (30/03/2026) sekitar pukul 20.00 Wita dalam kondisi mengapung.