Namun jika para orangtua siswa tak mampu membayar tiket, sejatinya mereka tidak harus dipaksa untuk mengikuti praktik olahraga berenang.
Sebab diungkap Dedi, pendidikan sejatinya bukan memaksakan para siswa untuk mengikuti satu pelajaran yang tak disukai, melainkan sebenarnya merupakan wadah untuk mengembangkan minat dan bakat para anak didik di sekolah.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Geram: 133 Sekolah di Jabar Tetap Gelar Study Tour, Kepala Sekolah Terancam Dicopot
“Apabila orangtuanya tidak sanggup membeli tiket, maka ada banyak kegiatan olahraga yang tidak mengeluarkan biaya. Tidak mesti kita memaksakan anak-anak ke arah satu pelajaran yang tidak mereka sukai. Karena esensi dari pendidikan adalah mengembangkan minat dan bakat siswa,” tegasnya.
Sementara itu, sebelumnya, beredar luas di media sosial mengenai video para murid sekolah dasar (SD) di Karawang, Jawa Barat melakukan gerakan renang di lapangan sekolah.
Para siswa yang memakai seragam olahraga terlihat melakukan gerakan berenang dengan seorang guru yang memberikan instruksi di tengah mereka.
Baca Juga:
SMAN 1 Cianjur Study Tour ke Bali Pekan Lalu, KCD: Soal Sanksi Saya Tidak Bisa Bicara Panjang Lebar
Meski terlihat aneh, ternyata ada alasan di balik keputusan guru tetap melakukan kegiatan tersebut.
Menurut informasi, kebijakan tersebut muncul tak lain karena protes orang tua siswa yang tidak berkenan adanya pungutan biaya untuk kegiatan berenang.
Hingga saat ini, pihak sekolah juga belum memberikan keterangan apapun. Namun, kejadian tersebut membuat banyak orang menyoroti kebijakan pungutan biaya di sejumlah sekolah yang berpengaruh pada kegiatan siswa.