Yaitu, Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, Kawah Manuk/Balagadama dalam radius 500 meter, serta ketika cuaca mendung dan hujan.
Masyarakat di sekitar Gunung Papandayan, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Papandayan juga harus mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.
Baca Juga:
Data Tidak Masuk, Alat Pantau Gunung Semeru di Stasiun Kopirejo Digondol Maling
Dani mengatakan, selain dua gunung api tadi, ada lima gunung api lain yang terus dipantau di Jabar.
Yakni Gunung Salak di Sukabumi dan Bogor; Gunung Gede di Cianjur, Bogor, dan Sukabumi.
Gunung Guntur di Garut; Gunung Galunggung di Tasikmalaya dan Garut; dan Gunung Ciremai di Kuningan dan Majalengka.
Baca Juga:
20 Makam di Lumajang Hilang Disapu Lahar Semeru, Jenazah Berhamburan dari Kubur
"Berdasar info dari Vulkanologi, sejauh ini dari tujuh gunung berapi aktif yang ada di Jabar statusnya masih aman semua," ujar Dani.
"Namun, untuk kesiapsiagaan, di setiap kabupaten atau kota di sekitar gunung berapi tersebut telah disusun rencana kontijensi," katanya.